Memaparkan catatan dengan label Isu Semasa. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Isu Semasa. Papar semua catatan
Khamis, 5 Januari 2012
Khamis, 15 Disember 2011
Konflik Indonesia-Malaysia, di mana Silapnya?
Mengapa Yahudi Tidak Suka Indonesia dan Malaysia Bersatu? Pandangan blogger Indonesia.
Indonesia tidak akan bertolenrasi terhadap tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk melanggar tapal batas sempadan. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (11/10/2011).
Hubungan Indonesia kembali panas. Setelah kian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diapikan persoalan nasionalisme yang sama sekali tidak diajar oleh para ulama Melayu di masa lalu.Kesnya sederhana, namun ianya amat luar biasa bagi kaum nasionalis, yakni permasalahan tapal batas Camar Bulan di Sambas yang diduga telah dicaplok (dirampas) Malaysia.
Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemetik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita semua hanya korban.
Pakar Melayu, Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengesahkan bahwa ada intervensi pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini.
Dalam cacatan buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi.
Pertama, imigran-imigran asing dibawa masuk ke Malaya supaya kawasan ini tidak menjadi kawasan Melayu, melainkan majmuk (dibawa orang-orang China dan India).
Kedua, pastikan bahwa raja-raja Melayu di Semenanjung, Sumatera, Jawa dan sebagainya, tidak mengambil para ulama Arab menjadi penasihat mereka. Tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu.
Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia bakal membentuk Imperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme.
Mereka sedar Melayu adalah potensi kuat dalam kebangkitan Islam dari tenggara Asia, maka jalur ini harus dihabisi, apapun caranya.
Pengalaman bangsa Indonesia pula yang kerap dan mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman Devide Et Impera.
Kita harus faham, Thomas Stamford Raffles sendiri adalah seorang Freemason. Menurut Th Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, pada tahun 1813 Raffles dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”. “Virtus” merupakan suatu bantara sementara di perkebunan Pondok Gede di Bogor.
Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di Surabaya.
Raffles pula yang mendirikan Singapura moden yang kini menjadi pangkalan Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu.
Kebanyakan koruptor Indonesia bermukim di Singapura setelah merompak wang hasil keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata.
Singapura adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini karena mereka bawa banyak wang ke Singapura.
Untuk mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan cuba mencari isu supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta.
Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia. Melalui media sekular di dua negara ini, mereka terus berusaha agar rumpun Melayu bangga akan identiti negara masing-masing.
Yakinlah, jika umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati, ia akan memberi ruang kepada nasionalisme memberhalakan bangsa. Benih permusuhan itu akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama Islam.

Maka itu, bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah di atas Panji Islam yang akan membuka jalan tegaknya daulah ini di tanah perjuangan kita, Tanah Melayu Darussalam.
- Artikel Nuur Islami
Kenapa Indonesia dan Malaysia sahaja berkrisis sementara Singapura sentiasa aman tenteram malah menjadi kuasa ekonomi terunggul di Asia Tenggara? Selain Singapura melaksanakan peranannya, tahukah anda bahawa kita juga mempunyai beberapa wajah yang sering hadir menambah keruh yang wujud? Inilah yang dikatakan permainan catur Yahudi. Kita semua menjadi buah caturnya. Kita yang akan mati berlawan sesama sendiri. Sementara pemainnya hanya memandang dengan penuh nafsu.
Sentiasa sahaja diketengahkan isu demi isu untuk melaga-lagakan kedua negara serumpun ini. Sehinggakan acara sukan juga tidak terlepas dari siraman racun mereka. Kebencian ini semakin membuak di negara tetangga kita Indonesia. Nasib baik rakyat negara ini masih bertenang. Keadaan ini tidak merebak ke Malaysia walaupun ada cubaan untuk itu dilakukan.

Satu keanehan berlaku, mengapa warga Indonesia hanya menjadikan "kaum Melayu" Malaysia sebagai musuh, bukannya semua rakyat negara ini? Terkeluar dari mulut mereka perkataan-perkataan yang menyakitkan seperti "malaysial", "malingsia" dan sebagainya. Pernahkah kita dengar mereka menghina dan merendahkan bangsa lain terutamanya Cina di Malaysia? Apa maksud ini semua? Jika membenci Malaysia, sepatutnya membenci keseluruhan rakyat negara ini bukan hanya Melayu.
Kalangan yang menjadi kumpulan pendesak dan sering melakukan kempen mengganyang Malaysia ialah para Kristianis Indonesia dan kumpulan Islam Liberal Indonesia. Siapakah mereka sebenarnya? Siapa pula yang membawa fahaman Islam Liberal di Malaysia? Siapa pula penganut Kristian terbesar di Malaysia? Apakah pegangan politik kumpulan ini? Anda mungkin ada jawapannya.
- Ulasan Abatasa 2
- Ulasan Abatasa 2
Rabu, 14 Disember 2011
Khabar di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Artikel ini ditulis oleh Fendy Permadi, warga Indonesia yang juga member page MISS yang pernah berada sendiri di sempadan Indonesia dan Malaysia. Di sana beliau bertugas memperbaiki sempadan Sarawak dan Kalimantan Barat. Artikel ini tidak menyalahkan mana-mana pihak tetapi mahu kita semua berfikir secara rasional, kenapa perlu berperang jika damai itu indah.Sebenarnya di perbatasan/sempadan sepanjang Kalimantan Barat/Serawak dari Tanjung Datuk hingga Betung Kerihun kurang lebih 1000 km tidak terjadi sesuatu apapun di kedua belah pihak. Ketika muncul berita Tanjung Datuk dan Camar Bulan dicaplok Malaysia yang disebarkan oleh anggota DPR/Parlement Indonesia keadaan sebenarnya di lapangan tidak terjadi apapun, masyarakat di dua dua tempat itu tetap seperti biasa, berjalan apa adanya... Mengapa? Karena memang sedari awal mereka dari 2 negara hidup damai berdampingan... Memang ada sempadan/perbatasan tapi itu hanyalah sebuah garis batas yang hanya ada di peta/map dan itu tidak membatasi apapun di lapangan, warga tetap saling mengunjungi... Pada akhirnya ketika datang anggota DPR/Parlemen Indonesia ke Camar Bulan, tetap koordinat yang telah disepakati ke dua-dua negara masih pada tempatnya. Mengapa anggota DPR/Parlemen Indonesia berbuat seperti itu? Karena mereka membaca map yang berbeda, map yang mereka baca adalah map yang dibuat Inggeris dan Belanda, sedangkan koordinat yang ada sekarang adalah kesepakatan dua negara yang dibuat di Semarang
Itu fakta yang ada. Nah sekarang kehidupan di perbatasan, mulai dari Tanjung Datuk, Camar Bulan, Entikong, Puring Kencana, Badau, Tangit, Lanjak, terus sampai ke Kalimantan Timur infrastruktur jalan sangat sangat tidak memadai, jalan hanya jalan tanah selebar 5 meter, saya saja menempuh jarak 170 km dari Putussibau ke Lanjak perlu waktu 4 jam jika cuaca baik, jika hujan maka sampai 8 jam pun belum tentu sampai. Kebutuhan masyarakat disana tidak dapat mengandalkan bahan pokok dari ibukota propinsi karena jaraknya hingga 900 km dengan waktu tempuh 18 sampai 28 jam, sedang dari lanjak ke Lubok Antu atau Kuching hanya 2 sampai 4 jam. Maka warga banyak melakukan jual beli di Badau, pintu resmi sempadan/perbatasan kedua negara, warga Lanjak dan sekitarnya menjual hasil ikan, karet dan labi-labi yang banyak di dapat di Danau Sentarum, mereka menjual ke saudaranya di Malaysia yang hanya berjarak 20 km, mengapa saya sebut saudaranya karena mereka benar benar bersaudara sedarah, suku Dayak Iban.
Nah dari hasil menjual barang tadi warga membeli gas (Petronas/Shell) untuk kebutuhan memasak, beras, bumbu masak, rokok dan lain lain dari Malaysia, dan selama ini tidak ada pertentangan dari kedua negara, karena mereka mempunyai keistimewaan tersendiri... Yaitu di kedua negara satu suku... Bahkan kereta/mobilpun boleh masuk ke lanjak tanpa proses berbelit, jangan heran, dilanjak banyak kita temui kereta/mobil merk Perodua, Kancil, Proton. Jadi, mengapa kita tidak bisa seperti mereka, hidup berdampingan dengan mesra? Satu bangsa beda negara? Contohlah suku Dayak Iban, kesampingkan semua penghalang... Hidup dalam kebersamaan... Berbeda itu baik, dan lebih baik lagi dengan perbedaan itu kita saling mengisi... Membantu... Dan bersatu menjadi kekuatan yang tak dapat terkalahkan... Dalam hal yang positif tentunya.
- Dikongsikan oleh admin Laksa
Ahad, 11 Disember 2011
Kenapa Ada Batik di Malaysia?
Sesuai dengan judul di atas, saya ingin menulis tentang batik di Malaysia dan juga permasalahan yang sedang hangat saat ini, apalagi tentang klaim.
Ada batik di Malaysia Hal ini di karenakan kedatangan orang Jawa di Semenanjung Malaysia pada tahun 1900-an, yang banyak menetap di Johor, Kelantan, Terengganu dan Pahang.
Sejarah mencatat orang Jawa hijrah ke Semenanjung Malaysia dengan jumlah populasi yang cukup besar dan mereka tetap menggunakan tradisi & budaya leluhur Jawa di Tanah Melayu hingga saat ini.
Hubungan sosial ini menciptakan campuran budaya Melayu & Jawa di Malaysia, khususnya dalam corak kain batik dan gambar di samping adalah corak Batik Malaysia.
Orang Jawa tidak hanya di Indonesia, tetapi ada hampir di seluruh negara. Tidak ada salahnya jika melestarikan budaya leluhur di manapun berada. Untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini.
Karena orang Jawa telah melebur sebagai Pribumi di Malaysia selama bertahun-tahun dan menjadi warga Malaysia, mereka terus berusaha di berbagai bidang dengan tujuan kesetabilan Malaysia.
Konsepnya, "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" dan banyak kampung-kampung orang Jawa di Malaysia khususnya di daerah negeri Selangor, terutama di daerah Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Klang, Banting dan Sepang.
Malaysia mengakui bahwa batik berasal dari Indonesia, yang kemudian dibawa oleh orang Jawa ke Tanah Melayu. Pemerintah Malaysia hanya mempromosikan budaya yang ada di negara mereka, promosi dan klaim adalah 2 hal yang berbeda. Masalah tentang batik ini sangat lah rumit padahal sudah di jelaskan bahwa Malaysia tidak pernah klaim tapi hanya mempromosikan. Padahal batik di akui UNESCO dengan status "Master pieces of the oral and intangible Heritage Of Humanity" yang merupakan warisan kemanusia'an untuk budaya Lisan & Nonbendawi yang artinya Batik adalah warisan dunia yang berasal dari Jawa-Indonesia, seluruh dunia berhak memiliki batik dan menggunakannya.
Batik di Indonesia tidak mendapat status Hak Paten & Hak Milik dari UNESCO, sehingga setiap negara yang memiliki bangsa Jawa berhak untuk mempromosikannya. Semoga dapat di pahami bersama.
Selain Malaysia, batik juga dipromosikan oleh China, Mesir, Senegal dan Negara Afrika dengan corak bangsa masing-masing.
- Oleh Admin Abang
Ada batik di Malaysia Hal ini di karenakan kedatangan orang Jawa di Semenanjung Malaysia pada tahun 1900-an, yang banyak menetap di Johor, Kelantan, Terengganu dan Pahang.
Sejarah mencatat orang Jawa hijrah ke Semenanjung Malaysia dengan jumlah populasi yang cukup besar dan mereka tetap menggunakan tradisi & budaya leluhur Jawa di Tanah Melayu hingga saat ini.
Hubungan sosial ini menciptakan campuran budaya Melayu & Jawa di Malaysia, khususnya dalam corak kain batik dan gambar di samping adalah corak Batik Malaysia.
Orang Jawa tidak hanya di Indonesia, tetapi ada hampir di seluruh negara. Tidak ada salahnya jika melestarikan budaya leluhur di manapun berada. Untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini.
Karena orang Jawa telah melebur sebagai Pribumi di Malaysia selama bertahun-tahun dan menjadi warga Malaysia, mereka terus berusaha di berbagai bidang dengan tujuan kesetabilan Malaysia.
Konsepnya, "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" dan banyak kampung-kampung orang Jawa di Malaysia khususnya di daerah negeri Selangor, terutama di daerah Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Klang, Banting dan Sepang.
Malaysia mengakui bahwa batik berasal dari Indonesia, yang kemudian dibawa oleh orang Jawa ke Tanah Melayu. Pemerintah Malaysia hanya mempromosikan budaya yang ada di negara mereka, promosi dan klaim adalah 2 hal yang berbeda. Masalah tentang batik ini sangat lah rumit padahal sudah di jelaskan bahwa Malaysia tidak pernah klaim tapi hanya mempromosikan. Padahal batik di akui UNESCO dengan status "Master pieces of the oral and intangible Heritage Of Humanity" yang merupakan warisan kemanusia'an untuk budaya Lisan & Nonbendawi yang artinya Batik adalah warisan dunia yang berasal dari Jawa-Indonesia, seluruh dunia berhak memiliki batik dan menggunakannya.
Batik di Indonesia tidak mendapat status Hak Paten & Hak Milik dari UNESCO, sehingga setiap negara yang memiliki bangsa Jawa berhak untuk mempromosikannya. Semoga dapat di pahami bersama.
Selain Malaysia, batik juga dipromosikan oleh China, Mesir, Senegal dan Negara Afrika dengan corak bangsa masing-masing.
- Oleh Admin Abang
Khamis, 8 Disember 2011
Benarkah pemerintah Malaysia mahu menjadikan Kadal Air sebagai saingan kepada Komodo sebagai salah 1 dari 7 Keajaiban Dunia?
JAWABANNYA: Tidak Benar. berita Ini hanya di sensasikan di Indonesia kerana di Malaysia, pemerintah Malaysia tidak menyertai pertandingan memilih 7 keajaiban dunia yang baru. Ini mungkin kerana sesetengah pihak berhasrat mahu menarik lebih ramai orang untuk vote komodo dengan menggunakan nama Malaysia untuk menaikkan semangat nasionalisme.Yang kedua... apa itu kadal air? 100% rakyat Malaysia tidak memanggil ia dengan panggilan kadal air. Kami memanggilnya biawak. Biawak ini ada dimana mana. Adalah sesuatu yang memalukan jika Pemerintah Malaysia mahu menjadikan biawak ini sebagai saingan kepada Komodo kerana Komodo adalah komodo, satu satunya spesis yang hanya terdapat di pulau komodo Indonesia dan tidak terdapat di mana mana, manakala biawak ini boleh ditemui dengan mudah. Jika dibaca daripada blog yang saya letak di atas itu, sudah jelas tidak menyebut mengenai 7 keajaiban dunia baru.
Pemerintah di Melaka berinsipirasi daripada tarikan biawak komodo terhadap sektor perlancongan (tourist) untuk menambah sumber pendapatan. Itu sahaja. Berita sebenar yang dipaparkan di media Malaysia adalah pemerintah Melaka berhasrat mahu menjadikan biawak di Kampung Morten, Melaka sebagai tarikan terbaru pelancong yang mengunjungi Melaka. Ini kerana ramai pelancong asing (tourist) yang datang ke sana terperanjat melihat spesies biawak yang jarang mereka temui di tempat mereka. Maka dari situ timbul idea untuk mewujudkan tempat tersebut sebagai daya tarikan pelancong (pariwisata terbaru). Tidak ada yang menyebut mengenai contest 7 keajaiban terbaru. Ini sama juga dengan usaha pemerintah Terengganu mahu menjadikan Terengganu sebagai pusat pemeliharaan Penyu dan negeri Sabah sebagai pusat pemeliharaan Orang Utan di Sepilok. Tidak ada kena mengena dengan 7 keajaiban terbaru.
Saya mencari cari juga berita yang dimaksudkan dan sukar menemuinya di media Malaysia. Akhirnya saya menemui mengenai berita biawak itu di blog ini. Ini dijelaskan sendiri oleh media Indonesia yang berkunjung ke Malaysia untuk mencari bukti kalau pemerintah Malaysia berniat mahu menyaingi komodo Indonesia. Jadi usah ikut terprovokosi. Bagi kami rakyat Malaysia, kami turut mendukung usaha kalian kerana jika biawak Komodo terpilih, kami akan turut berbangga.
Salam hormat dari kami, rakyat Malaysia.
Langgan:
Catatan (Atom)














