Memaparkan catatan dengan label Malaysia. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Malaysia. Papar semua catatan
Khamis, 5 Januari 2012
Sabtu, 24 Disember 2011
Terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Malaysia yang dikatakan lucu
Saya sering ditanya oleh beberapa sahabat dari Indonesia, benarkah orang Malaysia menggunakan perkata'an "bersetubuh dengan bumi", "rumah sakit korban lelaki" dan beberapa perkata'an lain yang amat melucukan dan tidak pernah kami dengar sama sekali. Saya pun jadi heran, dari mana mereka dapat semua ini?
Akhirnya saya mendapat info yang lengkap dari internet, bahwa perkata'an ini semua hanya beredar di internet terutama di laman provokator. Berikut adalah kata-kata itu dan arti sebenarnya di Malaysia.
Indonesia: Kementrian Inagama
Malaysia: Kementrian Tak Berdosa (itu tidak benar, yang benar adalah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM)
Indonesia: Angkatan Darat
Malaysia: Laskar Hentak-hentak Bumi (itu tidak benar, yang benar adalah Tentera Darat Diraja Malaysia)
Malaysia: Laskar Hentak-hentak Bumi (itu tidak benar, yang benar adalah Tentera Darat Diraja Malaysia)
Indonesia: Angkatan udara
Malaysia: Laskar Angin-angin (itu tidak benar, yang benar adalah Tentera Udara Diraja Malaysia)
Malaysia: Laskar Angin-angin (itu tidak benar, yang benar adalah Tentera Udara Diraja Malaysia)
Indonesia: Merayap
Malaysia: Bersetubuh dengan bumi (itu juga salah, arti dari merayap sama seperti bahasa Indonesia)
Malaysia: Bersetubuh dengan bumi (itu juga salah, arti dari merayap sama seperti bahasa Indonesia)
Indonesia: Rumah sakit bersalin
Malaysia: Hospital korban lelaki (salah juga, yang benar adalah Hospital Wanita dan Kanak-kanak). Untuk bersalin kecemasan, boleh di mana-mana Jabatan Kecemasan Hospital. Tetapi, kalau di khusus bersalin dan kanak-kanak adalah Hospital Wanita dan Kanak-kanak.
Indonesia: Belok kiri, belok kanan
Malaysia: Pusing kiri, pusing kanan (yang ini benar...)
Indonesia: Departemen Pertanian
Malaysia: Departemen cucuk tanam (tidak benar, yang benar adalah Jabatan Pertanian dan ia di bawah Kementrian Pertanian & Industri Asas Tani Malaysia)
Indonesia: Gratis bicara 30 menit
Malaysia: Percuma berbual 30 menit (ini juga benar... tetapi arti berbual itu adalah bicara)
Indonesia: Satpam/Security
Indonesia: Satpam/Security
Malaysia: Penunggu maling (tidak benar, yang benar Pengawal Keselamatan atau Security Guard)
Indonesia: Joystick
Malaysia: Batang senang (itu salah... kami di Malaysia memanggilnya joystick juga)
Indonesia: Tidur siang
Malaysia: Petang telentang (tidak benar... kami tetap memanggilnya tidur siang)
Indonesia: Tank
Malaysia: Kereta Kebal ( yang ini benar...)
Indonesia: Kedatangan
Malaysia: Ketibaan (ini juga benar...)
Indonesia: Rumah Sakit Jiwa
Malaysia: Gubuk Gila ( tidak benar, yang benar adalah Hospital Mesra)
Indonesia: Dokter Ahli Jiwa
Malaysia: Dokter Gila (salah... yang benar adalah Pakar Sakit Jiwa)
Indonesia: Hantu pocong
Malaysia: Hantu bungkus (yang ini benar, tapi kami panggil hantu bungkus itu pocong juga)
Kesimpulannya: Tidak semua yang beredar di internet itu benar, mungkin ia hanya dijadikan bahan lawakan saja. Maka dari itu pelajarilah bahasa dan makna yang sebenarnya di sini.
Rabu, 21 Disember 2011
Kisah Cinta Setanding Shah Jehan dan Mumtaz
Siapa bilang kita tiada kisah cinta sehebat Shah Jehan dan Mumtaz?
Mungkin tidak ramai yang tahu, Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam dari Aceh (ejaan Acheh di Malaysia) yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636 telah mengahwini seorang Puteri Raja dari Pahang, sebuah negeri yang terletak di pantai timur Semenanjung Tanah Melayu.
Sultan Iskandar Muda, Sultan Aceh yang terkenal ini bukan sahaja dikenali di Indonesia, tetapi turut dikenali di Malaysia kerana namanya juga di muatkan dalam buku teks sejarah di sekolah sebagai salah seorang pemimpin yang sering menggagalkan usaha Portugis untuk menakluki Kepulauan Melayu.
Lantas, siapakah Puteri Raja Pahang yang dikahwininya?

Puteri Raja tersebut ialah Puteri Kamaliah. Puteri Kamaliah bukan sahaja cantik malah terkenal dengan kebijaksanaanya seperti kata pepatah Aceh:
Adat bak Poe Teumeureuhom
Hukom bak Syiah Kuala
Qanun bak Putroe Phang
Reusam bak Laksamana
Artinya:
Adat pada Marhum Mahkota Alam
Hukum pada Syiah Kuala
Kanun pada Puteri Pahang
Resam pada Laksamana
Kanun adalah perkara berkaitan undang-undang. Jelas difahami bahawa Puteri Kamaliah (Putroe Phang) adalah tempat di mana masyarakat Aceh meminta nasihat berkenaan perundangan.
Oleh kerana rindunya Putroe Phang kepada tanah airnya iaitu negeri Pahang, Sultan Iskandar Muda telah membina sebuah taman berbentuk gunung-ganang kerana negeri Pahang terkenal dengan Banjaran Tanah Tinggi yang bergunung-ganang. Putroe Phang amat menyukai taman ini dan sering bermain main bersama dayang-dayangnya di sini. Ini adalah bukti betapa besarnya cinta Sultan Iskandar Muda kepada isterinya.
Taman itu dikenali sebagai Gunongan dan masih berdiri hingga ke hari ini dan menjadi daya tarikan perlancongan di Banda Aceh. Walaupun Aceh kini sudah tidak lagi mempunyai Sultan. Waris mereka masih ada.
Pada 31 Mac 2011, Permaisuri Negeri Pahang, Tunku Hajjah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah binti Sultan Iskandar Al-Haj dan rombongannya telah berkunjung ke Aceh bertemu dengan waris dari Sultan terakhir Aceh, Sultan Muhammad Daud Syah iaitu Tuanku Raja Yusuf Bin Tuanku Raja Ibrahim Bin Sultan Mahammad Daud Syah di ruang pertemuan sebuah hotel. Keduanya kemudian kembali membahas sejarah dan hubungan mesra yang sempat terjalin antara Pahang dengan Aceh.
Pertemuan ini sangat emosional. Saya(penulis) yang dilahirkan di negeri Pahang tidak akan lupa jasa jasa Sultan Iskandar Muda dalam membebaskan Pahang dan sebahagian negeri di Semenanjung dari perluasan dan kerakusan Portugis yang sudah pun menakluki Melaka dalam genggaman mereka.
Bacaan lanjut mengenai pertemuan keluarga di Raja Pahang dan Aceh Klik di sini.
- Oleh Admin Laksa
- Oleh Admin Laksa
Isnin, 19 Disember 2011
Gambar di Perbatasan Indonesia-Malaysia
As Salam. Apa khabar warga MISS sekalian? Apakah semuanya baik-baik aja...
Ok dech! Kali ini admin mau berkongsi gambar-gambar di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Artikel ini adalah kesinambungan daripada artikel karya Fendy Permadi iaitu Khabar di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Namun, di artikel tersebut hanya ada 1 gambar aja sebagai bukti. Ngak puaskan melihatnya? Jadi, pada kali ini Fendy Permandi kembali lagi untuk berkongsikan gambarnya bersama para sahabat serta saudara di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Inilah dia realitas masyarakat di sana. Berbeda sekali seperti apa yang diberitakan media.
![]() |
| Tak terasa, terlalu jauh berjalan kaki, ternyata sudah sampai rumah saudara di Malaysia... No Passport... buru-buru pulang ke Kalimantan Barat |
![]() |
| One office Two country... damai... |
![]() |
| Ini bukan di Serawak loh.... di Perbatasan, tepatnya di Desa Lanjak, kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat... cuma mobil banyak datang dari Serawak... |
![]() |
| ONE LOVE ONE HEART: Saudara saudaraku dari Dayak Iban Serawak dan Dayak Iban Kalimantan Barat... bekerja bersama dalam satu tujuan... menjaga perbatasan/sempadan agar tak rosak dimakan waktu... |
![]() |
| Pos lintas batas negara resmi |
![]() |
| Kalau sedang hujan, sempadan/perbatasan ya seperti ini... |
![]() |
| Patok Batas Negara, sempadan, perbatasan di dalam hutan, coba siapa yang mau jaga... cuma sekotak semen... |
![]() |
| Inilah kondisi jalan yang pernah diterbitkan dalam artikel saya tentang "Khabar di Perbatasan Indonesia-Malaysia" |
Baik, itu saja perkongsiannya untuk kali ini. Kalau mau, anda boleh meng-add sendiri Fendy Permadi di Facebook karena ia lebih arif mengenai apa sebenarnya yang terjadi di Perbatasan Indonesia-Malaysia dan kondisi di sana. Makasih... =)
- Gambar oleh Fendy Permadi
Khamis, 15 Disember 2011
Konflik Indonesia-Malaysia, di mana Silapnya?
Mengapa Yahudi Tidak Suka Indonesia dan Malaysia Bersatu? Pandangan blogger Indonesia.
Indonesia tidak akan bertolenrasi terhadap tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk melanggar tapal batas sempadan. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Selasa (11/10/2011).
Hubungan Indonesia kembali panas. Setelah kian kali, dua Negara serumpun-seakidah ini kembali diapikan persoalan nasionalisme yang sama sekali tidak diajar oleh para ulama Melayu di masa lalu.Kesnya sederhana, namun ianya amat luar biasa bagi kaum nasionalis, yakni permasalahan tapal batas Camar Bulan di Sambas yang diduga telah dicaplok (dirampas) Malaysia.
Kita harus membuka mata bahwa konflik antara Malaysia dan Indonesia ini tidak terjadi dengan sendirinya. Ada unsur-unsur pemicu api yang menimbulkan asap besar. Pertanyaannya siapakah pemetik api itu? Umat Muslim? Bukan, karena kita semua hanya korban.
Pakar Melayu, Prof. Dr. Dato’ Nik Anuar Nik Mahmud dari Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengesahkan bahwa ada intervensi pihak luar di balik perseteruan kedua Negara serumpun muslim ini.
Dalam cacatan buku Thomas Raffles disebutkan, Barat harus memastikan bahwa alam Melayu ini lemah. Untuk melemahkan, Raffles mengusulkan dua buah strategi.
Pertama, imigran-imigran asing dibawa masuk ke Malaya supaya kawasan ini tidak menjadi kawasan Melayu, melainkan majmuk (dibawa orang-orang China dan India).
Kedua, pastikan bahwa raja-raja Melayu di Semenanjung, Sumatera, Jawa dan sebagainya, tidak mengambil para ulama Arab menjadi penasihat mereka. Tujuan mereka memang untuk memisahkan Arab dengan Melayu.
Bersatunya antara Malaysia dan Indonesia bakal membentuk Imperium Islam Melayu inilah yang sangat ditakuti oleh Zionisme.
Mereka sedar Melayu adalah potensi kuat dalam kebangkitan Islam dari tenggara Asia, maka jalur ini harus dihabisi, apapun caranya.
Pengalaman bangsa Indonesia pula yang kerap dan mudah diadu domba adalah kunci yang selalu mereka pegang saat zaman Devide Et Impera.
Kita harus faham, Thomas Stamford Raffles sendiri adalah seorang Freemason. Menurut Th Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas, pada tahun 1813 Raffles dilantik sebagai mason bebas di bantara “Virtutis et Artis Amici”. “Virtus” merupakan suatu bantara sementara di perkebunan Pondok Gede di Bogor.
Perkebunan itu dimiliki Wakil Suhu Agung Nicolaas Engelhard. Di situ Raffles dinaikkan pangkat menjadi ahli (gezel), dan hanya sebulan kemudian dinaikkan menjadi meester (suhu) di loge “De Vriendschap” di Surabaya.
Raffles pula yang mendirikan Singapura moden yang kini menjadi pangkalan Israel di Asia Tenggara. Agen-agen zionis melalui Singapura adalah penghasut sebenarnya dalam mengeruhkan hubungan sesama muslim Melayu.
Kebanyakan koruptor Indonesia bermukim di Singapura setelah merompak wang hasil keringat anak-anak Indonesia dan rakyat jelata.
Singapura adalah sekutu zionis. Mereka tidak mau menandatangani perjanjian extradisi dengan Indonesia semata-mata melindungi koruptor ini karena mereka bawa banyak wang ke Singapura.
Untuk mengalihkan isu ini dari masyarakat Indonesia, mereka akan cuba mencari isu supaya masyarakat Indonesia lebih fokus pada isu yang mereka cipta.
Maka diwujudkanlah isu sekarang, konfrontasi Malaysia-Indonesia. Melalui media sekular di dua negara ini, mereka terus berusaha agar rumpun Melayu bangga akan identiti negara masing-masing.
Yakinlah, jika umat muslim Melayu tidak kembali ke ajaran Islam sejati, ia akan memberi ruang kepada nasionalisme memberhalakan bangsa. Benih permusuhan itu akan selalu muncul, walau kedua Negara itu makmur dan sama-sama beragama Islam.

Maka itu, bersatulah bangsa Melayu. Bersatulah di atas Panji Islam yang akan membuka jalan tegaknya daulah ini di tanah perjuangan kita, Tanah Melayu Darussalam.
- Artikel Nuur Islami
Kenapa Indonesia dan Malaysia sahaja berkrisis sementara Singapura sentiasa aman tenteram malah menjadi kuasa ekonomi terunggul di Asia Tenggara? Selain Singapura melaksanakan peranannya, tahukah anda bahawa kita juga mempunyai beberapa wajah yang sering hadir menambah keruh yang wujud? Inilah yang dikatakan permainan catur Yahudi. Kita semua menjadi buah caturnya. Kita yang akan mati berlawan sesama sendiri. Sementara pemainnya hanya memandang dengan penuh nafsu.
Sentiasa sahaja diketengahkan isu demi isu untuk melaga-lagakan kedua negara serumpun ini. Sehinggakan acara sukan juga tidak terlepas dari siraman racun mereka. Kebencian ini semakin membuak di negara tetangga kita Indonesia. Nasib baik rakyat negara ini masih bertenang. Keadaan ini tidak merebak ke Malaysia walaupun ada cubaan untuk itu dilakukan.

Satu keanehan berlaku, mengapa warga Indonesia hanya menjadikan "kaum Melayu" Malaysia sebagai musuh, bukannya semua rakyat negara ini? Terkeluar dari mulut mereka perkataan-perkataan yang menyakitkan seperti "malaysial", "malingsia" dan sebagainya. Pernahkah kita dengar mereka menghina dan merendahkan bangsa lain terutamanya Cina di Malaysia? Apa maksud ini semua? Jika membenci Malaysia, sepatutnya membenci keseluruhan rakyat negara ini bukan hanya Melayu.
Kalangan yang menjadi kumpulan pendesak dan sering melakukan kempen mengganyang Malaysia ialah para Kristianis Indonesia dan kumpulan Islam Liberal Indonesia. Siapakah mereka sebenarnya? Siapa pula yang membawa fahaman Islam Liberal di Malaysia? Siapa pula penganut Kristian terbesar di Malaysia? Apakah pegangan politik kumpulan ini? Anda mungkin ada jawapannya.
- Ulasan Abatasa 2
- Ulasan Abatasa 2
Rabu, 14 Disember 2011
Khabar di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Artikel ini ditulis oleh Fendy Permadi, warga Indonesia yang juga member page MISS yang pernah berada sendiri di sempadan Indonesia dan Malaysia. Di sana beliau bertugas memperbaiki sempadan Sarawak dan Kalimantan Barat. Artikel ini tidak menyalahkan mana-mana pihak tetapi mahu kita semua berfikir secara rasional, kenapa perlu berperang jika damai itu indah.Sebenarnya di perbatasan/sempadan sepanjang Kalimantan Barat/Serawak dari Tanjung Datuk hingga Betung Kerihun kurang lebih 1000 km tidak terjadi sesuatu apapun di kedua belah pihak. Ketika muncul berita Tanjung Datuk dan Camar Bulan dicaplok Malaysia yang disebarkan oleh anggota DPR/Parlement Indonesia keadaan sebenarnya di lapangan tidak terjadi apapun, masyarakat di dua dua tempat itu tetap seperti biasa, berjalan apa adanya... Mengapa? Karena memang sedari awal mereka dari 2 negara hidup damai berdampingan... Memang ada sempadan/perbatasan tapi itu hanyalah sebuah garis batas yang hanya ada di peta/map dan itu tidak membatasi apapun di lapangan, warga tetap saling mengunjungi... Pada akhirnya ketika datang anggota DPR/Parlemen Indonesia ke Camar Bulan, tetap koordinat yang telah disepakati ke dua-dua negara masih pada tempatnya. Mengapa anggota DPR/Parlemen Indonesia berbuat seperti itu? Karena mereka membaca map yang berbeda, map yang mereka baca adalah map yang dibuat Inggeris dan Belanda, sedangkan koordinat yang ada sekarang adalah kesepakatan dua negara yang dibuat di Semarang
Itu fakta yang ada. Nah sekarang kehidupan di perbatasan, mulai dari Tanjung Datuk, Camar Bulan, Entikong, Puring Kencana, Badau, Tangit, Lanjak, terus sampai ke Kalimantan Timur infrastruktur jalan sangat sangat tidak memadai, jalan hanya jalan tanah selebar 5 meter, saya saja menempuh jarak 170 km dari Putussibau ke Lanjak perlu waktu 4 jam jika cuaca baik, jika hujan maka sampai 8 jam pun belum tentu sampai. Kebutuhan masyarakat disana tidak dapat mengandalkan bahan pokok dari ibukota propinsi karena jaraknya hingga 900 km dengan waktu tempuh 18 sampai 28 jam, sedang dari lanjak ke Lubok Antu atau Kuching hanya 2 sampai 4 jam. Maka warga banyak melakukan jual beli di Badau, pintu resmi sempadan/perbatasan kedua negara, warga Lanjak dan sekitarnya menjual hasil ikan, karet dan labi-labi yang banyak di dapat di Danau Sentarum, mereka menjual ke saudaranya di Malaysia yang hanya berjarak 20 km, mengapa saya sebut saudaranya karena mereka benar benar bersaudara sedarah, suku Dayak Iban.
Nah dari hasil menjual barang tadi warga membeli gas (Petronas/Shell) untuk kebutuhan memasak, beras, bumbu masak, rokok dan lain lain dari Malaysia, dan selama ini tidak ada pertentangan dari kedua negara, karena mereka mempunyai keistimewaan tersendiri... Yaitu di kedua negara satu suku... Bahkan kereta/mobilpun boleh masuk ke lanjak tanpa proses berbelit, jangan heran, dilanjak banyak kita temui kereta/mobil merk Perodua, Kancil, Proton. Jadi, mengapa kita tidak bisa seperti mereka, hidup berdampingan dengan mesra? Satu bangsa beda negara? Contohlah suku Dayak Iban, kesampingkan semua penghalang... Hidup dalam kebersamaan... Berbeda itu baik, dan lebih baik lagi dengan perbedaan itu kita saling mengisi... Membantu... Dan bersatu menjadi kekuatan yang tak dapat terkalahkan... Dalam hal yang positif tentunya.
- Dikongsikan oleh admin Laksa
Selasa, 13 Disember 2011
Siapakah yang gambarnya tertera di mata wang Ringgit Malaysia?
Pada mata uang Malaysia, tertera wajah Yang Di-Pertuan Agong Malaysia yang pertama yaitu Tuanku Abdul Rahman Tuanku Muhammad dari Negri Sembilan. Yang Di-Pertuan Agong adalah gelaran bagi Raja Malaysia.
Jawatan ini di gilirkan setiap lima tahun antara sembilan Pemerintah Negri Melayu. Malaysia telah melakukan pemilihan raja sejak merdeka pada tahun 1957. Dalam tatanan unik, raja di pilih oleh dan digilir diantara para raja dan sultan dari sembilan negri bahagian di Malaysia yang masih dipimpin oleh Raja (Sultan).
Malaysia adalah sebuah negara raja berperlembagaan. Raja adalah ketua negara tetapi pemerintah ditadbir oleh seorang Perdana Mentri yang dipilih melalui sistem Demokrasi (pemilu pilihan raya).
Lantas, siapakah Tuanku Abdul Rahman ini? Beliau adalah yang Di-Pertuan Besar Negri Sembilan (bertaraf Sultan atau Raja) dari tahun 1933-1960. Negeri Sembilan adalah sebuah negeri yang dihuni oleh suku Minangkabau semenjak abad ke-15 dan dinaungi oleh kerajaan Melaka pada masa itu.
Apabila kerajaan Johor (pewaris kerajan Melaka) lemah pada abad ke-18, orang Minang meminta izin ke Sultan Johor agar pemerintah melindungi mereka. Permintaan itu diperkenankan dan mereka kembali ke tanah asal mereka di Pagaruyung untuk meminta perlindungan dari pemerintah Pagaruyung pada masa itu.
Raja Pagaruyung menghantar anaknya, Raja Mahmud (Raja Melewar) sebagai raja di Negri Sembilan yang pertama (bergelar yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan).
Tuanku Abdul Rahman yang gambarnya ada di mata uang Malaysia itu adalah keturunan ke lima dari Sultan Abdul Jalil, Raja Kecil dari Pagaruyung.
Untuk mengetahui silsilah Raja Pagaruyung dan Negri sembilan, silahkan Klik di sini.
Apa yang hendak saya sampaikan adalah sempadan politik mungkin memisahkan kita, tetapi tidak dengan pertalian darah antara kita. Lupakan yang lalu, jangan ulangi kesalahan lama. Mari bersama kita menjadi pahlawan perdamaian. As Salam!
- Oleh Admin Laksa
Jawatan ini di gilirkan setiap lima tahun antara sembilan Pemerintah Negri Melayu. Malaysia telah melakukan pemilihan raja sejak merdeka pada tahun 1957. Dalam tatanan unik, raja di pilih oleh dan digilir diantara para raja dan sultan dari sembilan negri bahagian di Malaysia yang masih dipimpin oleh Raja (Sultan).
Malaysia adalah sebuah negara raja berperlembagaan. Raja adalah ketua negara tetapi pemerintah ditadbir oleh seorang Perdana Mentri yang dipilih melalui sistem Demokrasi (pemilu pilihan raya).
Lantas, siapakah Tuanku Abdul Rahman ini? Beliau adalah yang Di-Pertuan Besar Negri Sembilan (bertaraf Sultan atau Raja) dari tahun 1933-1960. Negeri Sembilan adalah sebuah negeri yang dihuni oleh suku Minangkabau semenjak abad ke-15 dan dinaungi oleh kerajaan Melaka pada masa itu.
Apabila kerajaan Johor (pewaris kerajan Melaka) lemah pada abad ke-18, orang Minang meminta izin ke Sultan Johor agar pemerintah melindungi mereka. Permintaan itu diperkenankan dan mereka kembali ke tanah asal mereka di Pagaruyung untuk meminta perlindungan dari pemerintah Pagaruyung pada masa itu.
Raja Pagaruyung menghantar anaknya, Raja Mahmud (Raja Melewar) sebagai raja di Negri Sembilan yang pertama (bergelar yang Di-Pertuan Besar Negeri Sembilan).
Tuanku Abdul Rahman yang gambarnya ada di mata uang Malaysia itu adalah keturunan ke lima dari Sultan Abdul Jalil, Raja Kecil dari Pagaruyung.
Untuk mengetahui silsilah Raja Pagaruyung dan Negri sembilan, silahkan Klik di sini.
Apa yang hendak saya sampaikan adalah sempadan politik mungkin memisahkan kita, tetapi tidak dengan pertalian darah antara kita. Lupakan yang lalu, jangan ulangi kesalahan lama. Mari bersama kita menjadi pahlawan perdamaian. As Salam!
- Oleh Admin Laksa
Ahad, 11 Disember 2011
Kenapa Ada Batik di Malaysia?
Sesuai dengan judul di atas, saya ingin menulis tentang batik di Malaysia dan juga permasalahan yang sedang hangat saat ini, apalagi tentang klaim.
Ada batik di Malaysia Hal ini di karenakan kedatangan orang Jawa di Semenanjung Malaysia pada tahun 1900-an, yang banyak menetap di Johor, Kelantan, Terengganu dan Pahang.
Sejarah mencatat orang Jawa hijrah ke Semenanjung Malaysia dengan jumlah populasi yang cukup besar dan mereka tetap menggunakan tradisi & budaya leluhur Jawa di Tanah Melayu hingga saat ini.
Hubungan sosial ini menciptakan campuran budaya Melayu & Jawa di Malaysia, khususnya dalam corak kain batik dan gambar di samping adalah corak Batik Malaysia.
Orang Jawa tidak hanya di Indonesia, tetapi ada hampir di seluruh negara. Tidak ada salahnya jika melestarikan budaya leluhur di manapun berada. Untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini.
Karena orang Jawa telah melebur sebagai Pribumi di Malaysia selama bertahun-tahun dan menjadi warga Malaysia, mereka terus berusaha di berbagai bidang dengan tujuan kesetabilan Malaysia.
Konsepnya, "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" dan banyak kampung-kampung orang Jawa di Malaysia khususnya di daerah negeri Selangor, terutama di daerah Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Klang, Banting dan Sepang.
Malaysia mengakui bahwa batik berasal dari Indonesia, yang kemudian dibawa oleh orang Jawa ke Tanah Melayu. Pemerintah Malaysia hanya mempromosikan budaya yang ada di negara mereka, promosi dan klaim adalah 2 hal yang berbeda. Masalah tentang batik ini sangat lah rumit padahal sudah di jelaskan bahwa Malaysia tidak pernah klaim tapi hanya mempromosikan. Padahal batik di akui UNESCO dengan status "Master pieces of the oral and intangible Heritage Of Humanity" yang merupakan warisan kemanusia'an untuk budaya Lisan & Nonbendawi yang artinya Batik adalah warisan dunia yang berasal dari Jawa-Indonesia, seluruh dunia berhak memiliki batik dan menggunakannya.
Batik di Indonesia tidak mendapat status Hak Paten & Hak Milik dari UNESCO, sehingga setiap negara yang memiliki bangsa Jawa berhak untuk mempromosikannya. Semoga dapat di pahami bersama.
Selain Malaysia, batik juga dipromosikan oleh China, Mesir, Senegal dan Negara Afrika dengan corak bangsa masing-masing.
- Oleh Admin Abang
Ada batik di Malaysia Hal ini di karenakan kedatangan orang Jawa di Semenanjung Malaysia pada tahun 1900-an, yang banyak menetap di Johor, Kelantan, Terengganu dan Pahang.
Sejarah mencatat orang Jawa hijrah ke Semenanjung Malaysia dengan jumlah populasi yang cukup besar dan mereka tetap menggunakan tradisi & budaya leluhur Jawa di Tanah Melayu hingga saat ini.
Hubungan sosial ini menciptakan campuran budaya Melayu & Jawa di Malaysia, khususnya dalam corak kain batik dan gambar di samping adalah corak Batik Malaysia.
Orang Jawa tidak hanya di Indonesia, tetapi ada hampir di seluruh negara. Tidak ada salahnya jika melestarikan budaya leluhur di manapun berada. Untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini.
Karena orang Jawa telah melebur sebagai Pribumi di Malaysia selama bertahun-tahun dan menjadi warga Malaysia, mereka terus berusaha di berbagai bidang dengan tujuan kesetabilan Malaysia.
Konsepnya, "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" dan banyak kampung-kampung orang Jawa di Malaysia khususnya di daerah negeri Selangor, terutama di daerah Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Klang, Banting dan Sepang.
Malaysia mengakui bahwa batik berasal dari Indonesia, yang kemudian dibawa oleh orang Jawa ke Tanah Melayu. Pemerintah Malaysia hanya mempromosikan budaya yang ada di negara mereka, promosi dan klaim adalah 2 hal yang berbeda. Masalah tentang batik ini sangat lah rumit padahal sudah di jelaskan bahwa Malaysia tidak pernah klaim tapi hanya mempromosikan. Padahal batik di akui UNESCO dengan status "Master pieces of the oral and intangible Heritage Of Humanity" yang merupakan warisan kemanusia'an untuk budaya Lisan & Nonbendawi yang artinya Batik adalah warisan dunia yang berasal dari Jawa-Indonesia, seluruh dunia berhak memiliki batik dan menggunakannya.
Batik di Indonesia tidak mendapat status Hak Paten & Hak Milik dari UNESCO, sehingga setiap negara yang memiliki bangsa Jawa berhak untuk mempromosikannya. Semoga dapat di pahami bersama.
Selain Malaysia, batik juga dipromosikan oleh China, Mesir, Senegal dan Negara Afrika dengan corak bangsa masing-masing.
- Oleh Admin Abang
Sabtu, 10 Disember 2011
Adakah suku Melayu di Indonesia sama dengan suku Melayu di Malaysia?
JAWABAN: Di Malaysia tidak ada yang dinamakan suku Melayu. Di sini kami dipanggil bangsa Melayu. Definisi Melayu di Malaysia dan Indonesia sangat berbeda. Di Indonesia, suku Melayu adalah salah satu dari banyak suku suku yang membentuk Bangsa Indonesia. Suku Melayu itu Melayu, suku Jawa itu Jawa, suku Minang itu Minang. Tidak sama.
Di Malaysia, Bangsa Melayu terdiri daripada suku Jawa, suku Banjar, suku Mandahiling, suku Bugis, suku Melayu, suku Minang, Melayu Patani, Melayu Champa, Melayu Kedah, Melayu Pahang, Melayu Kelantan, Melayu Sarawak dan semua suku suku yang mengamalkan cara hidup Melayu, berbahasa Melayu, mengamalkan adat istiadat Melayu dan beragama ISLAM.
Justru itulah, kita dapat lihat selain daripada Melayu Anak Negeri seperti Melayu Kedah, Melayu Kelantan, Melayu Pahang dan sebagainya yang memang berasal dari tanah Semenanjung, kumpulan-kumpulan "Melayu Anak Dagang" yang berasal dari seluruh kepulauan Nusantara tetapi berhijrah ke Semenanjung seperti Jawa, Bugis, Rawa, Minang, Acheh, dan sebagainya juga dipanggil sebagai ‘Melayu’. Namun begitu, disebabkan Perlembagaan di Malaysia telah mengikat Melayu itu mesti beragama Islam, maka beberapa rumpun Melayu lain seperti Orang Asli (aborigine people), Melanau, Iban, Dusun, dan sebagainya tidak ditakrifkan sebagai ‘Melayu’ di Malaysia.
Sebenarnya, definisi "BANGSA MELAYU" atau Rumpun melayu itu lebih luas daripada itu. (BANGSA Melayu itu berbeda dengan SUKU Melayu).BANGSA Melayu adalah nama lain bagi AUSTRONESIA dan merupakan Sub Bangsa kepada Mongoloid (Mongolia, China, Jepun, Korea dan sebagainya).
Menurut Saintis Jerman, Johann Friedrich Blumenbach (1752–1840), The Malay Race ini adalah bangsa rumpun Melayu yang menghuni kawasan yang dikenali sebagai "Malay Archipelago" atau Nusantara yang terdiri dari Nalambi di Madagascar membawa ke negara Indonesia, Malaysia, Filipin a, Brunei, Singapura dan Selatan Thailand, sehingga ke Kepulauan Pasifik seperti Fiji, Samoa, Tahiti dan Hawaii.
Malah bangsa Melayu pernah membentuk kerajaan yang kuat di Kemboja (Kerajaan Melayu Champa) dan Patani di Selatan Thailand.
Bahasa Tagalog iaitu bahasa rasmi di Filipina juga mempunyai banyak suku kata yang sama dengan bahasa Melayu. Malah, pejuang kemerdekaannya yang terkenal iaitu Jose Rizal dikenali sebagai "Pride of a Malay Race".
Malah beberapa patah perkataan Hawaii turut mengandungi perkataan yang sama dengan bahasa induk Melayu seperti contoh lua (2), lima (5), ono (6).
Secara kesimpulan, dari beberapa penerangan di atas, definisi "Melayu" secara jeneral terbahagi kepada 3 iaitu:
1) Rumpun Melayu. Semua orang Austronesia termasuk dalam rumpun Melayu iaitu suku Banjar, suku Jawa, suku Melayu, Melayu Malaysia, Filipina, Champa, Pa tani (tidak termasuk orang Vietnam dan Siam), dan lain lain. Orang Siam (bukan Patani) dan Vietnam tidak dikategorikan dalam kumpulan ini kerana budaya, adat istiadat dan perwatakan mereka lebih mirip kepada IndoChina.
2) Bangsa Melayu Malaysia (yang beragama Islam, mengamalkan adat istiadat Melayu, bertutur dalam bahasa Melayu dan mengamalkan adat istiadat Melayu). Orang Jawa, Sunda, Patani, Minang, Bugis, Melayu Pahang dan semua suku asal Nusantara yang beragama Islam termasuk dalam golongan ini sekaligus orang Filipina yang beragama Kristian dan orang Bali yang beragama Hindu tidak termasuk dalam kategori ini.
3) Suku Melayu. (suku Melayu yang menghuni Jambi, Riau, Bengkulu, Sumate ra, Pontianak dan lain lain suku Melayu di Indonesia).
Jadi usah keliru jika teman teman Indonesia mendapati budaya milik suku Jawa, Minang, Aceh dan sebagainya turut dilestarikan di Malaysia kerana di sini memang wujud ramai sekali suku Jawa, Bugis, Aceh, Minang dan sebagainya.
Bedanya, di Malaysia, mereka di kenali sebagai "Bangsa Melayu" atas sebab sebab politik dan penyatuan saudara.
- Oleh Admin Laksa
Di Malaysia, Bangsa Melayu terdiri daripada suku Jawa, suku Banjar, suku Mandahiling, suku Bugis, suku Melayu, suku Minang, Melayu Patani, Melayu Champa, Melayu Kedah, Melayu Pahang, Melayu Kelantan, Melayu Sarawak dan semua suku suku yang mengamalkan cara hidup Melayu, berbahasa Melayu, mengamalkan adat istiadat Melayu dan beragama ISLAM.
Justru itulah, kita dapat lihat selain daripada Melayu Anak Negeri seperti Melayu Kedah, Melayu Kelantan, Melayu Pahang dan sebagainya yang memang berasal dari tanah Semenanjung, kumpulan-kumpulan "Melayu Anak Dagang" yang berasal dari seluruh kepulauan Nusantara tetapi berhijrah ke Semenanjung seperti Jawa, Bugis, Rawa, Minang, Acheh, dan sebagainya juga dipanggil sebagai ‘Melayu’. Namun begitu, disebabkan Perlembagaan di Malaysia telah mengikat Melayu itu mesti beragama Islam, maka beberapa rumpun Melayu lain seperti Orang Asli (aborigine people), Melanau, Iban, Dusun, dan sebagainya tidak ditakrifkan sebagai ‘Melayu’ di Malaysia.
Sebenarnya, definisi "BANGSA MELAYU" atau Rumpun melayu itu lebih luas daripada itu. (BANGSA Melayu itu berbeda dengan SUKU Melayu).BANGSA Melayu adalah nama lain bagi AUSTRONESIA dan merupakan Sub Bangsa kepada Mongoloid (Mongolia, China, Jepun, Korea dan sebagainya).
Menurut Saintis Jerman, Johann Friedrich Blumenbach (1752–1840), The Malay Race ini adalah bangsa rumpun Melayu yang menghuni kawasan yang dikenali sebagai "Malay Archipelago" atau Nusantara yang terdiri dari Nalambi di Madagascar membawa ke negara Indonesia, Malaysia, Filipin
Malah bangsa Melayu pernah membentuk kerajaan yang kuat di Kemboja (Kerajaan Melayu Champa) dan Patani di Selatan Thailand.
Bahasa Tagalog iaitu bahasa rasmi di Filipina juga mempunyai banyak suku kata yang sama dengan bahasa Melayu. Malah, pejuang kemerdekaannya yang terkenal iaitu Jose Rizal dikenali sebagai "Pride of a Malay Race".
Malah beberapa patah perkataan Hawaii turut mengandungi perkataan yang sama dengan bahasa induk Melayu seperti contoh lua (2), lima (5), ono (6).
Secara kesimpulan, dari beberapa penerangan di atas, definisi "Melayu" secara jeneral terbahagi kepada 3 iaitu:
1) Rumpun Melayu. Semua orang Austronesia termasuk dalam rumpun Melayu iaitu suku Banjar, suku Jawa, suku Melayu, Melayu Malaysia, Filipina, Champa, Pa
2) Bangsa Melayu Malaysia (yang beragama Islam, mengamalkan adat istiadat Melayu, bertutur dalam bahasa Melayu dan mengamalkan adat istiadat Melayu). Orang Jawa, Sunda, Patani, Minang, Bugis, Melayu Pahang dan semua suku asal Nusantara yang beragama Islam termasuk dalam golongan ini sekaligus orang Filipina yang beragama Kristian dan orang Bali yang beragama Hindu tidak termasuk dalam kategori ini.
3) Suku Melayu. (suku Melayu yang menghuni Jambi, Riau, Bengkulu, Sumate
Jadi usah keliru jika teman teman Indonesia mendapati budaya milik suku Jawa, Minang, Aceh dan sebagainya turut dilestarikan di Malaysia kerana di sini memang wujud ramai sekali suku Jawa, Bugis, Aceh, Minang dan sebagainya.
Bedanya, di Malaysia, mereka di kenali sebagai "Bangsa Melayu" atas sebab sebab politik dan penyatuan saudara.
- Oleh Admin Laksa
Langgan:
Catatan (Atom)



























